Connect with us

Bawah Tanah

Motif La Nyalla Mattalitti Kembalikan UUD 45, Antara Ingin Jebak Jokowi dan Jegal Anies Baswedan

Published

on

Tidak ada hujan tak ada angin, La Nyalla Mattalitti tiba-tiba menyampaikan harapan agar Jokowi bisa menambah masa jabatannya 2 sampai 3 tahun lagi. Pernyataan itu disampaikan di Munas HIPMI di Solo pada 21 November 2022.

Sekaligus, dalam kesempatan itu juga, La Nyalla ingin mengembalikan naskah UUD 45 yang asli. Lantas apa motif La Nyalla. Kemungkinannya ada dua.

Ibarat menyelam sambil minum air, La Nyalla Mattalitti membuat strategi baru untuk menjegal Anies Baswedan agar tak bisa melaju dalam Pilpres 2024, atau bisa jadi La Nyalla ingin menjebak Jokowi agar melanggar konstitusi.

Sementara La Nyalla sendiri, lewat pengembalian naskah UUD 45 yang asli, ia bisa melenggang maju menjadi presiden tanpa halangan lewat MPR.

Sebab, ketika UUD 1945 yang lama dikembalikan, presiden cukup dipilih lewat MPR tanpa melalui Pemilu.

Selain itu, bila UUD 45 naskah asli kembali ditetapkan, maka Anies Baswedan tidak akan bisa maju dalam Pilpres 2024 karena pemilihan presiden cukup melalui MPR.

La Nyalla menyebut, MPR sudah mencakup semua elemen demokrasi di Indonesia. Di sana sudah ada perwakilan rakyat, perwakilan tokoh, partai dan daerah. MPR ibaratnya merangkum semua perwakilan suara rakyat.

Alasan La Nyalla mencakup banyak hal. Ia menyebut pemilu di Indonesia sudah tak demokratis, sebab sudah dikuasai kelompok tertentu. Pemilu hanya formalitas karena semua sudah ditentukan, termasuk siapa pemenangnya.

Tuduhan La Nyalla itu tentu tak berdasar, ia hanya ingin tujuannya mengembalikan UUD 45 ke naskah yang asli bisa terwujud.

Keinginan La Nyalla itu sering ia sampaikan ke sejumlah organisasi, lembaga atau komunitas yang memiliki jumlah massa besar, seperti Pemuda Pancasila, PSHT, dan lain sebagainya.

Baca  Sepak Terjang Ketua DPD La Nyalla Mattalitti: Kerap Gunakan Isu Sara untuk Kepentingan Politik

Di sisi lain, La Nyalla sekaligus ingin menjegal Jokowi dengan tuduhan telah melanggar konstitusi, ketika benar-benar tergiur dengan tawaran La Nyalla, menambah masa jabatannya 2 sampai 3 tahun lagi.

Saat ini setiap daerah di Indonesia sudah menata Pemilu 2024. Mulai dari rekrutmen petugas pemilu di tingkat kecamatan hingga kabupaten. Sementara itu, La Nyalla membuat gaduh dan ingin menggagalkan itu semua.

Meski ia tak secara gamblang menyampaikan ingin menggagalkan pemilu 2024, namun secara tersirat keinginannya itu sudah jelas.

Keinginan La Nyalla, ia bisa menjegal Anies Baswedan, menjerumuskan Jokowi agar melanggar konstitusi, sementara ia bisa melenggang menjadi presiden. Sebab, La Nyalla sendiri pernah menyampaikan dirinya ingin jadi presiden.

Namun semua harapan La Nyalla itu tampak tak segamblang itu.

La Nyalla membuat alibi dengan serangan pemerintahan Jokowi yang tak pro rakyat. Ia membuat contoh, UUD 45 yang diubah sesuai semangat reformasi, justru menjadikan pemerintah lebih loyal terhadap kepentingan oligarki yang menguras kekayaan alam Indonesia.

Sekali lagi, setelah aktif mengkritik pemerintahan Jokowi sepanjang tahun 2021, mulai dari UU Omnibus Law dan aktif menolak isu Jokowi tiga periode.

Kini La Nyalla tiba-tiba berbalik arah, justru menyarankan agar Jokowi menambah masa jabatan 2 sampai 3 tahun. Lantas apa mau ketua DPD RI yang mencla mencle ini?

Yang jelas, La Nyalla sudah kehabisan akal. Setelah berulangkali pindah-pindah partai politik dan tak pernah dapat dukungan, kini kebingungan mencari cara agar bisa jadi presiden. Apalagi Pemilu 2024 sudah dekat. Tentu ia tak mau hanya jadi penonton.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bawah Tanah

Gibran Dalam Tatapan Mata Manusia Indonesia

Gibran sudah final mendampingi Prabowo. Di berbagai survei, pasangan itu unggul sementara dibanding pasangan lain.

Published

on

Gibran Dalam Tatapan Mata Manusia Indonesia

Gibran sudah final mendampingi Prabowo. Di berbagai survei, pasangan itu unggul sementara dibanding pasangan lain. Namun apakah hal itu akan bertahan hingga saat pencoblosan nanti?

Untuk mengetahui itu, kita harus bisa membaca jagat batin orang Jawa pada khususnya, dan orang Indonesia pada umumnya.

Di Jawa, kalau ada orang yang berkali-kali tampil di depan publik, entah itu dalam bentuk pementasan atau hal lain, warga biasanya ngedumel: “Kaya ora ana wong liya wae.” Seperti tidak ada orang lain saja.

Sebaliknya jika ada anak muda yang terlalu maju, pengen tampil cepat, juga akan jadi omongan warga. Seolah dianggap belum saatnya. Nggege mangsa. Durung pantes. Belum tiba saatnya.

Dalam konteks apa itu nanti akan diperbincangkan khalayak umum? Saat debat capres-cawapres yang akan ditayangkan di berbagai saluran televisi tentu saja.

Di situlah jutaan pasang manusia Indonesia akan menyaksikan. Memang mungkin sebagian tema perdebatan tidak menarik perhatian mereka, tapi apa yang tampak di layar televisi, akan mudah dicerna. “Cah cilik kok wis pengen dadi presiden. Kok ora sabar. Dumeh bapake presiden.”

Kita bisa bilang bahwa suara penghakiman itu tidak selaras dengan zaman. Tapi kita mesti memahami karakter sosiologis masyarakat Jawa sebagai pemilih terbanyak dan hal seperti itu juga mungkin dipandang sama oleh masyarakat non-Jawa. Karena pada dasarnya, dalam konteks orang tampil, kematangan, karbitan, itu terma-terma yang ada di mana-mana.

Itu sama misalnya ketika Presiden Jokowi dulu sering memberi hadiah kaos yang dilempar dari dalam mobil. Untuk ukuran kelas menengah terdidik, itu dianggap perilaku yang tidak menghargai warga negara. Tapi bagi kebanyakan masyarakat baik di rural maupun di urban dari kelas menengah ke bawah, mereka suka dengan orang yang gemar berbagi hadiah tanpa memperhatikan caranya.

Baca  KPK Bingung, Kasus Korupsi La Nyalla Mattalitti Sudah Gamblang, Tapi Hakim Memvonis Bebas

Apalagi jika disandingkan antara Prabowo dengan Gibran. Itu seperti pasangan yang sangat kontras dan bertolak-belakang. Bukan pasangan yang saling melengkapi sebagaimana Ganjar-Mahfud atau Anies-Muhaimin. Kondisi kontras, yang satu cukup sepuh dan yang satu sangat muda, dianggap tidak resap dipandang dan cocok di dalam hati.

Nice and good looking, masih sangat dominan juga jika nanti ada di kotak suara. Apalagi jika ketika pasangan itu dipajang bersamaan.

Masyarakat Jawa dan warga Indonesia mungkin tidak akan peduli dengan janji-janji politik. Tapi sangat mungkin peduli dengan pantas dan tidak pantas, apa yang tampak dan enak dilihat sebagai presiden dan wakil presiden mereka.

Ini mungkin akan menjadi tantangan bagi tim sukses Prabowo-Gibran. Terlebih di saat kampanye dengan massa yang berjumlah ribuan. Gibran rasanya kalah jam terbang dibanding Muhaimin dan Mahfud.

Jadi perjalanan Gibran masih amat panjang, tidak mudah, dan berliku.

Continue Reading

Bawah Tanah

Panda Nababan: “Mulai hari ini, stop bicara soal Gibran!

Stop bicara soal Gibran!

Published

on

panda nababan stop bicara soal gibran

Ungkapan itu diucapkan dengan sangat serius dan dengan muka tegang dalam di acara Indonesia Lawyers Club, yang diunggah di Youtube ILC pada Kamis, 14 September 2023.

Tajuk ILC itu sendiri adalah “Berebut Kursi Wapres, Siapa Bakal Tersingkir?” Selain Panda Nababan, sejumlah tokoh hadir, termasuk misalnya Nusron Wahid. Nusron sendiri bicara di sesi terakhir.

Komentar bernada keras Panda itu dilakukan karena para pembicara sebelumnya, banyak yang mengaitkan kemungkinan Gibran Rakabuming, Walikota Solo sekaligus anak pertama Presiden Jokowi, sebagai salah satu calon terkuat untuk mendampingi Prabowo Subiyanto. Tentu saja hal itu dengan syarat Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugatan ambang batas usia capres-cawapres yang sebelumnya dipatok minimal berusia 40 tahun.

Menurut Panda, membicarakan kemungkinan Gibran menjadi wakil Prabowo adalah sebuah upaya pembodohan publik. “Bagaimana bisa? Gibran itu kader PDIP, menjadiil walikota karena dicalonkan oleh PDIP, bapaknya juga kader PDIP. Jangan hal seperti ini diomongkan terus, karena itu pembodohan!”

Andre Rosiade yang juga hadir di acara tersebut dan mendapatkan waktu berbicara setelah Panda, tak menampik bahwa memang nama Gibran masuk dalam radar Gerindra sebagai bakal calon wakil presiden yang mendampingi Prabowo. Selain itu ada kemungkinan juga Erick Thohir yang diusung PAN, atau Airlangga Hartarto yang diusung Partai Golkar.

Dalam pernyataannya itu, Andre juga sempat menyindir Panda. “Bagi Opung (panggilan akrab Panda, red), Gibran itu ingusan. Tapi bagi kami, Gibran itu punya potensi menjadi calon pemimpin masa depan.”

Tapi tampaknya sindiran Andre itu tidak terlalu ditanggapi oleh politikus gaek dari PDIP itu. Sesekali Panda malah nyeletuk soal lain, “Ya, PDIP kan belum pernah ditinggal partai koalisinya…” Sontak komentar itu menuai tawa dari para pembicara.

Baca  Tangan Besi La Nyalla Copot Fadel Muhammad: Saya Tak Pernah Diajak Bicara

Memang Gibran terus mendapatkan sorotan dari publik karena selain makin banyak pendukungnya, sosok muda ini dianggap cukup berhasil dalam memimpin Solo. Bahkan beberapa pengamat memuji keberanian dan gaya bapak dari Jan Ethes itu.

Polemik tentang Gibran memang tak akan terhindarkan. Sampai kelak akan ada keputusan dari Mahkamah Konstitusi.

Hanya saja menurut pengamat politik Yunanto Wijaya, meragukan apakah jika MK mengabulkan gugatan tersebut otomatis akan membuat Gibran bakal jadi wakil dari Prabowo. “Pak Jokowi bakal berhitung cermat. Kalau selisih Prabowo dengan Ganjar tipis, dia tidak akan mengizinkan Gibran maju. Risikonya terlalu besar.”

Mari kita lihat, bagaimana keputusan MK, dan apakah jika MK mengabulkan gugatan soal ambang batas usia capres-cawapres, akan membuat Gibran bakal benar-benar mendampingi Prabowo, atau Walikota Solo itu akan tetap setiap kepada PDIP.

Namun yang menarik dalam acara tersebut ada pada sesi terakhir, ketika Nusron Wahid bicara. Menurut politikus Partai Golkar itu, kontestasi Pilpres di Indonesia sebetulnya cukup diselesaikan oleh tiga orang: Presiden Jokowi, Megawati, dan Prabowo.

“Kalau mereka duduk bareng, misalnya lalu Presiden meminta Bu Mega agar Ganjar bersedia jadi wakil Prabowo, lalu Bu Mega setuju, ya sudah. Kelar semua urusan ini.”

Panda lalu menyahut, “Tidak mungkin itu terjadi! Ngawur itu!”

Tapi saling bantah ringan itu tetap dengan nada tawa. Tidak benar-benar bersitegang.

Nusron juga membuat lelucon yang bikin Karni Ilyas selaku host ILC memerah mukanya sambil menahan tawa. Nusron bilang, “Kalau Bu Mega bilang wakil Pak Ganjar adalah Karni Ilyas, maka Karni Ilyas-lah yang akan jadi wakil Ganjar. Tidak mungkin Pak Panda Nababan bisa membantah Bu Mega!”

Baca  La Nyalla Mattalitti: Ngakunya Negarawan tapi Sifatnya Kekanak-kanakan, Pernah Sumpah Potong Leher Segala

Hadirin tertawa dan bertepuk tangan dengan riuh. Harusnya memang politik seperti itu. Tidak usah terlalu tegang.

Continue Reading

Bawah Tanah

SIARAN PERS PENGUNDURAN DIRI ADE ARMANDO SEBAGAI HOST COKRO TV

Published

on

By

ade armando

BOGOR, 6 AGUSTUS 2023

Melalui siaran pers ini, saya, Ade Armando, ingin mengabarkan bahwa mulai 7 Agustus 2023, saya mengundurkan diri menjadi host program Logika AA di kanal Youtube Cokro TV.

Saya mundur karena perbedaan paham dengan pimpinan perusahaan dan pimpinan redaksi Cokro TV. Saya menganggap sebaiknya setiap host TV bisa mengungkapkan kritiknya terhadap semua partai dan kandidat presiden yang akan bertarung dalam Pemilu 2024, tanpa terkecuali. Pimpinan Cokro TV menolak host di Cokro TV mengeritik PDIP terkait kampanye Ganjar Pranowo karena dikhawatirkan akan berdampak pada elektabilitas Ganjar Pranowo. Pimpinan Cokro TV memutuskan Cokro TV akan menjadi kanal untuk mendukung pemenangan Ganjar. Sikap pimpinan Cokro TV ini didukung tiga host Cokro TV lainnya: Denny Siregar, Eko Kuntadhi, dan Ahmad Sahal.

Setelah berdiskusi di WAG, saya akhirnya menganggap kami memang tidak akan menemukan titik temu. Karena itu, konsekuensi paling logis dari sikap saya adalah mengundurkan diri sebagai host Cokro TV. Saya akan menyebarkan pikiran dan pendapat saya melalui kanal youtube, tiktok, instagram, twitter dan facebook saya sendiri.

Saya berterimakasih atas peluang dan kesempatan yang diberikan kepada saya selama lebih dari dua tahun untuk menjadi host yang bebas mengemukakan pendapat dan kritik saya melalui kanal Cokro TV.

Saya doakan Cokro TV bisa semakin berkembang dan melakukan pencerahan yang dibutuhkan bangsa Indonesia.

Doa terbaik buat semua rekan, subscriber, dan viewer Cokro TV

Salam.

Baca  Berulang Kali Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi hingga Pencucian Uang, La Nyalla Lolos
Continue Reading

Trending